Diriwayatkan dari Aisyah ra: Seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, “apakah amal (ibadah) yang paling dicintai Allah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, "amal (ibadah) yang dilakukan secara tetap meskipun sedikit”

Rabu, 27 Januari 2010

Gerakan Dalam Shalat

Posted by Admin  |  at  11.36


Disunahkan bagi seorang mukmin untuk menyongsong shalatnya dan khusyu dalam melaksanakannya dengan sepenuh jiwa dan raganya, baik itu shalat fardhu ataupun shalat sunnah, hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala.


"Sesungguhnya beruntunglah orang - orang yang beriman, (yaitu) orang - orang yang khusyu' dalam shalatnya" [Al-Mukmin : 1-2]

Di samping itu ia harus bisa thuma'ninah (tenang dan tidak terburu-buru), hal ini merupakan rukun dan kewajiban terpenting dalam shalat, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alihi wa sallam yang beliau sampaikan kepada seseorang yang buruk dalam melaksanakan shalatnya dan tidak thuma'ninah, beliau bersabda, Kembalilah dan shalatlah karena sesungguhnya engaku belum shalat, hal itu beliau ucapkan sampai tiga kali (karena orang tersebut setiap kali mengulangi shalatnya hingga tiga kal, masih tetap melakukannya seperti semula), lalu orang itu berkata. Wahai Rasulullah, Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik daripada ini, maka ajarilah aku. Maka Nabi Shallallahu 'alahii wa sallam bersabda kepadanya :

Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah (takbiratul ihram), lalu bacalah ayat-ayat Al-Qur'an yang mudah bagimu, kemudian ruku'lah sampai engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, lakukan itu semua dalam semua shalatmu
[Disepakati keshahihannya ; Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 757, Muslim kitab Ash-Shalah 397]


Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan.

Kemudian bacalah permulaan Al-Qur'an (surat Al-Fatihah) dan apa yang dikehendaki Allah
[Abu Dawud, kitab Ash-Shalah 859]

Hadist-hadist ini menunjukan bahwa thuma'ninah (tenang tidak terburu-buru) merupakan salah satu rukun shalat dan merupakan kewajiiban yang besar di mana shalat tidak akan sah tanpanya. Barangsiapa yang dalah shalatnya mematuk (seperti burung) berarti shalatnya tidak sah. Kekhusyu'an dalam shalat merupakan jiwanya shalat, maka yang disyariatkan bagi seorang mukmin adalah memperhatikan hal ini dan menjaganya.


Batasan Jumlah Gerakan Shalat

Mengenai adanya batasan jumlah gerakan yang menghilangkan thuma'ninah dan kekhusyu'an dengan tiga gerakan, maka hal itu bukan berdasarkan hadits dari Nabi Shallallahu 'alihi sallam, akan tetapi merupakan pendapat sebagian ahlul ilmi, jadi tidak ada dasar dalilnya.

Namun demikian, dimakruhkan melakukan gerakan sia-sia di dalam shalat seperti menggerak-gerakan hidung, jenggot, pakaian, atau sibuk melakukan hal-hal tersebut. Jika gerakan sia-sia itu sering dan berturut-turut, maka shalatnya tidak batal. Namun demikian, disyari'atkan bagi seorang mukmin untuk menjaga kekhusyu'an dan meninggalkan gerakan sia-sia, baik sedikit maupun banyak, hal ini sebagai usaha untuk mencapai kesempurnaan shalat.

Di antara dalil yang menunjukan bahwa gerakan-gerakan yang sedikit tidak membatalkan, juga gerakan-gerakan yang terpisah-pisah dan tidak berkesinambungan tidak membatalkan shalat, adalah sebagaimana yang bersumber dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam, bahwa suatu hari beliau membukakan pintu masuk 'Aisyah, padahal saat itu beliau sedang shalat [Abu Dawud, kitab Ash-Shalah 922, At-Turmudzi, kitab Ash-Shalah 601, An-Nasa'i, kitab As-Sahw 2/11]

Diriwayatkan juga dari beliau Shallallahu'alaihi wa sallam, dalam hadist Abu Qatadah Radhiyallahu'anhu, bahwa pada suatu hari beliau shalat bersama orang-orang dengan memangku Umamah bintu Zainab, apabila beliau sujud, beliau menurunkannya, dan saat beliau berdiri, beliau memangkunya lagi. (Al-Bukhari, kitab Al-Adab 5996, Muslim kitab Al-Masajid 543] Wallahu a'lam bish Showwab.

[Kitab Ad-Da'wah, hal 86-87, Syaikh bnu Baz] [Diadaptasi dari Fatwa-Fatwa Terkini, hal 185-187 Darul Haq]

Tags:
About Khazanah Ilmi

Membangun sebuah blog untuk menyebarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Terutama ilmu Islam, demi memperoleh amal Jariyah. Apabila bermanfaat silakan sebarkan link artikel ini atau dapat anda copy paste di blog / website anda dengan mencantumkan sumbernya (khazanah-ilmi.blogspot.com)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Get Updates

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

Share This Post

Related posts

Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top